![]() |
Foto, Bupati Herliyan Saleh
|
Bengkalis, Garda Riau
Kejadian yang baru saja terjadi di kantor bupati bengkalis Sabtu malam,(23/3) membuat banyak kalangan terkejut. mengapa tidak, kantor bupati yang merupakan simbol pemerintahan di jadikan tempat mengkonsusmsi Narkoba. lebih parahnya lagi tepatnya di ruang Staf ahli bupati bengkalis.
prilaku tehadap ketiga tersebut SA.(34) sebagai karyawan PNS Staf Ahli Bupati, RF (34) Karyawan PT.Bumi Laksmana Jaya dan SI (34) Pegawai Dinas Kehutanan bengkalis, benar - benar mencorengkan nama baik kabupaten bengkalis, mungkin ini satu petunjuk bahwa tidak hanya mereka yang mengkonsumsi narkoba kemungkinan besar terindikasi masih ada PNS di lingkup pemda bengkalis yang mengkonsumsi narkoba khususnya di kabupaten bengkalis,
untuk itu diharapkan kepada bupati bengkalis jangan hanya melakukan tes Urine saja. masih bisa mengupayakan dengan cara lain.
seperti yang di katakan oleh Koordinator DPD Gerakan Anti Narkoba dan Tauran (DANPASTI GAPENTA) kepada sejumlah awak media, selasa (26/3), kalau bupati bengkalis memang serius untuk membersihkan PNS di lingkungan Pemkab Bengkalis bebas dari narkoba. mengingat setelah adanya penangkapan beberapa PNS di sekitar ruangan khsusus bupati bengkalis. Kita minta keberanian bupati bengkalis mengundang tim ahli untuk melakukan Tes Sampel Darah dan Rambut seluruh PNS dijajaran Pemkab Bengkalis. paparnya, yang kerap di panggil Alang Engah
diterusnya lagi akan tetapi bukan hanya melakukan tes Urin dari air kencing saja, karna tes dari air kencing dapat di manipulasi. contohnya bisa saja kalangan PNS yang akan di tes mempersiapkan air kencing orang yang tidak mengkonsumsi narkoba. dari rumah nya dimasuk kedalam kantong kemudian setelah sampai di tempat pengetesan PNS bersangkutan masuk ke toilet tempat pengetasan bisa saja di tukar air kencingnya , karna tim bagian yang melakukan pengetesan tidak mungkin melihat PNS yang bersangkutan buang air keci di lokasi pengetesan. contoh yang lain dengan trik meminum air yang di campur odol gigi juga akan sulit untuk mendeteksi bahwa seseorang mengkonsumsi narkoba, akan tetapi kalau pengetesan dilakukan melalui lewat Darah dan Rambut pasti PNS yang mengkonsumsi narkoba tidak akan bisa mengelak dan di manipulasi.
Persoalan nya Apakah bupati bengkalis Ir, H.Herliyan Saleh berani melakukan itu. Tegas Alang Engah. Untuk di ketahui, seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi, sehingga tidak melihat situasi tempatnya, sebenarnya sudah tau kalau narkoba itu secara tidak langsung memutuskan syaraf -syaraf dalam otak, jika sudah ketergantungan obat maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna tersebut akan overdosis dan akhirnya kematian menanti.(SBI/red )

Posting Komentar