Home » » BUPATI DAN WAKIL BUPATI BENGKALIS CERITA TAK SERUPA BIKIN

BUPATI DAN WAKIL BUPATI BENGKALIS CERITA TAK SERUPA BIKIN

Written By Unknown on Selasa, 26 Maret 2013 | 08.34

   foto, Herliyan Saleh
Bengkalis, Garda Riau
Kembali kepada VISI dan MISI awal sebelum Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis ( HS-RED””) menjadi orang pertama di kabupaten bengkalis ini. yang merencanakan strategi kedepannya kabupaten bengkalis bisa lebih berkembang dengan cepat dan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupten lainnya. Salah satunya  strategi yang merangkap perkecamatan, Bengkalis –Bantan Zona Pendidikan,Siak Kecil - Bukit Batu Pusat Industri, Rupat -  Rupat Utara Pusat Parawisatawan, Mandau – Pinggir Zona Transip, tapi sayangnya belum terlaksana. Kenapa dikatakan belum terlaksana..?.
Pasalnya bupati dan wakil bupati bengkalis (HS-RED”) membuat masyarakat  desa tameran cukup kecewa. termasuk anak-anak yatim yang ada di desa tameran. Mereka menduga bupati dan wakil bupati bengkalis (HS-RED”) tidak mendukung masalah  Program Pendidikan, Fakta nya dalam acara Peresmian Pusat Pendidikan Islam Terpadu Anak-Anak Yatim dan Kurang Mampu Kabupaten Bengkalis bertempat di desa Tameran, padahal sebelumnya  dari pihak Pengurus Pelaksana beserta masyarakat telah Mengundang bupati dan wakil bupati bengkalis (HS-RED”) Secara Resmi melalui Koordinator Humas Pelaksana. Respon Awalnya ia melalui Kabag Umum.  Bupati tidak bisa hadir akan tetapi di ganti oleh wakil bupati. 
Setelah Mayarakat menyiapkan segala sesuatu ternyata masyarakat di kecewakan. Satu hal katakanlah bupati dan wakil bupati bengkalis berhalangan sakit. Tetapi kan masih ada perwakilan yang bisa hadir,seperti asisten atau pejabat yang lainnya, melihat dari program masalah pendidikan ini kelihatan sangat jelas yang katanya Bengkalis-Bantan Zona Pendidikan.   Ibarat pepatah “ Cerita Tak Serupa Bikin”
Padahal tujuan Pembangunan Pusat Pendidikan itu adalah untuk mengangkat tentang mendidik Putra Putri anak-anak Yatim dan kurang mampu Kabupaten Bengkalis untuk bisa Hafis Al-Qur’an,berjanzi, Maulud dan Marotal.  Sebenarnya itu adalah mengigihkan syariat islam. Selain bupati masyarakat tameran   juga sangat menyesalkan khususnya pada wakil Bupati Suayatno yang lahir dari praksi Partai Keadilan Sejahtra ( PKS ) yang sering di sebutkan Partai Islam, akan tetapi faktanya masalah pendidikan Islam masyarakat maupun anak-anak yatim di desa tameran menduga hal ini  tidak di dukung.
Sementara untuk diketahui dalam acara ini beberapa panitia dan penangung jawab pelaksana  Peresmian Pusat Pendidikan Islam Terpadu Anak-Anak Yatim dan Kurang Mampu Kabupaten Bengkalis beserta sejumlah masyarakat setempat sama sekali tidak di bantu dari dana APBD Kab.Bengkalis melainkan dari upaya  Usaha oleh Yayasan Gerakan Peduli Anak Yatim Bengkalis. (S/red)
                                                           


Share this article :

Posting Komentar

 
Email : dpdgardariau@gmail.com | Copyright © 2011. GARDA REPUBLIK RIAU - All Rights Reserved
@dmin by @ndhief