Kembali
kepada VISI dan MISI awal sebelum Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis ( HS-RED””)
menjadi orang pertama di kabupaten bengkalis ini. yang merencanakan strategi kedepannya
kabupaten bengkalis bisa lebih berkembang dengan cepat dan mampu bersaing
dengan kabupaten-kabupten lainnya. Salah satunya strategi yang merangkap
perkecamatan, Bengkalis –Bantan Zona Pendidikan,Siak Kecil - Bukit Batu Pusat
Industri, Rupat - Rupat Utara Pusat Parawisatawan, Mandau – Pinggir Zona
Transip, tapi sayangnya belum terlaksana. Kenapa dikatakan belum terlaksana..?.
Pasalnya
bupati dan wakil bupati bengkalis (HS-RED”) membuat masyarakat desa
tameran cukup kecewa. termasuk anak-anak yatim yang ada di desa tameran. Mereka
menduga bupati dan wakil bupati bengkalis (HS-RED”) tidak mendukung masalah
Program Pendidikan, Fakta nya dalam acara Peresmian Pusat
Pendidikan Islam Terpadu Anak-Anak Yatim dan Kurang Mampu Kabupaten Bengkalis
bertempat di desa Tameran, padahal sebelumnya dari pihak Pengurus
Pelaksana beserta masyarakat telah Mengundang bupati dan wakil bupati bengkalis
(HS-RED”) Secara Resmi melalui Koordinator Humas Pelaksana. Respon Awalnya ia
melalui Kabag Umum. Bupati tidak bisa hadir akan tetapi di ganti oleh
wakil bupati.
Setelah
Mayarakat menyiapkan segala sesuatu ternyata masyarakat di kecewakan. Satu hal
katakanlah bupati dan wakil bupati bengkalis berhalangan sakit. Tetapi kan
masih ada perwakilan yang bisa hadir,seperti asisten atau pejabat yang lainnya,
melihat dari program masalah pendidikan ini kelihatan sangat jelas yang katanya
Bengkalis-Bantan Zona Pendidikan. Ibarat pepatah “
Cerita Tak Serupa Bikin”
Padahal
tujuan Pembangunan Pusat Pendidikan itu adalah untuk mengangkat tentang
mendidik Putra Putri anak-anak Yatim dan kurang mampu Kabupaten Bengkalis untuk
bisa Hafis Al-Qur’an,berjanzi, Maulud dan Marotal. Sebenarnya itu adalah
mengigihkan syariat islam. Selain bupati masyarakat tameran juga sangat
menyesalkan khususnya pada wakil Bupati Suayatno yang lahir dari praksi Partai
Keadilan Sejahtra ( PKS ) yang sering di sebutkan Partai Islam, akan tetapi
faktanya masalah pendidikan Islam masyarakat maupun anak-anak yatim di desa
tameran menduga hal ini tidak di dukung.
Sementara untuk diketahui dalam
acara ini beberapa panitia dan penangung jawab pelaksana Peresmian Pusat
Pendidikan Islam Terpadu Anak-Anak Yatim dan Kurang Mampu Kabupaten Bengkalis
beserta sejumlah masyarakat setempat sama sekali tidak di bantu dari dana APBD
Kab.Bengkalis melainkan dari upaya Usaha oleh Yayasan Gerakan Peduli Anak
Yatim Bengkalis. (S/red)

Posting Komentar