Nias Barat-Garda Riau
Terkait pelaksanaan Listrik Tenaga Surya yang
dialokasikan di Pulau Hinako Nias Barat di Duga disinyalir Korupsi, Hasil
pantauan Wartawan dilokasi pembangunan proyek tersebut, sangat terlihat
menyalahi pekerjaan dari Gambar
perencanaan awal.
Proyek yang dibiaya dari Anggaran Pembelanjaan
Negara ( APBN ) dari kementria Pemerdayaan daerah tertinggal, ( KPDT ) senilai
Rp 2,4 Miliyar tersebut, tidak terpasang papan plang proyek, sebab diduga agar
tidak diketahui oleh warga setempat, sehingga biaya belum tau kepastianya
berapa, selain nama perusahaan plesanaan tidak terlihat, saat wartawan
ditanyakan kepada kontraktor pelaksanaan dilapangan, melalui Duduh sebagai
kepala kerja Teknis , menyatakan, bahwa perusahaan pelaksanaan atau pemenang
tender proyek tersebut, alah PT Fokus Indo laitin, yang berdomisili kantor kota Ancol pademangan,kata Duduh.
Selain itu, saat wartawan mejumpai sejumlah warga yang
terdekat dilokasi proyek, mereka menyatakan bahwa sampai saat ini mereka tidak
mengetahui darimana asal usul dana proyek tersebut, dan A.nila waruwu menuturkan
kepada wartawan bahwa sangat mengecewakan tentang keberadaan Listrik tenaga
surya tersebut, pasalnya terbatas yang kedapan KWH atau jaringan listrik, hanya
90 kk warga yang kedapatan sedangkan warga yang bera dipulau tersebut mencapai
500 kk, selain itu. Ketika wartawan konfirmasi kepala Desa Edakristian marunduri,
ia sangat kecewa, pasalnya, tidak transparan dalam Anggaran, karena papan plang
proyek tidak terlihat, selain itu, bestek yang digunakan dilapangan bukan
Bertek perencanaan yang disahkan oleh kemetrian KPDT.
Dan hal ini, diminta kepada pihak penegak hukum
supaya segera diperiksa pihak yang bertanggung jawab, agar dapat dipertanggung
jawabkan secara hukum, selain itu, tanggal kontrak yang seharusnya sudah siap
pada 26 desember 2012 sedangkan sampai bulan maret ini sampai turun berita ini
belum selesai pelaksanaan proyek tersebut,kata a,nila warga setempat. (red)
Posting Komentar