Home » , , » Proyek Peningkatan Jalan Poros Sekodi Teluk lancar TA 2012 Sarang Korupsi

Proyek Peningkatan Jalan Poros Sekodi Teluk lancar TA 2012 Sarang Korupsi

Written By Unknown on Rabu, 13 Maret 2013 | 06.58




Bengkalis-Garda Riau
Koruptor di Kabupaten Bengkalis semakin mejadi-jadi, “ ironisnya institusi Penegahukum Mandul.”
Sepertinya dengan perkembangan zaman yang tak kalah kempentingan kebutuhan pribadi maupun kebutuhan keluarga. Uang Rakyat yang bukan haknya di korupsikan untuk memperkaya diri.

  Atau banyak pejabat menengah dan pejabat tinggi Daerah yang di nilai tidak bermoral atau tidak ada rasa takut dan malu, merampas uang Rakyat yang bukan haknya, bermacam cara yang di lakukan menurutnya  walau pun itu perbuatan yang melanggar hukum, sehingga banyak pihak yang menyalah guna wewenang untuk kepentingan pribadi,seperti yang kita lihat yang terjadi pemberitan melalui media elektronik dan media cetak di kabupaten bengkalsi.

 Sejumlah proyek peningkatan jalan di kabupaten bengkalis yang dibiaya melalui Anggaran Pembelajaan Daerah ( APBD ) TA 2012 melalui  SKPD Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bengkalis.

 Salah satunya pekerjaan peningkatan jalan Sekodi teluk lancar yang dikerjakan oleh rekanan PT.TRI BINA INSANI  dengan nilai kontrak Rp.4,890,382,000,di bawah pengawasan PT. Sinurta kartah sibayak (SKS)sebagai konsultan pngawas, di lapangan pelaksanaan.

Hasil pemantauan wartawan sadarionline.com dilapangan baru-baru ini, terlihat diduga bahwa pelaksanaan pekerjaan sudah tidak sesuai dengan perncanaan pemerintah Kab, Bengkalis. Pasalnya
Yang seharusnya pekerjanya tersebut sudah habis masa kontraknya, sedangkan saat tim wartwan turun kelapangan pada (13/3) terlihat bahwa proyek tersebut masih dalam pekerjaan.

Beberapa unit mobil dantruk yang sedang melansir tanah timbunan selain itu, satu unit alat berat. Ironisnya, bahwa penikatan jalan tersebut sudah tiga kali diAnggarkan melalui APBD Bengkalis dari TA 2010-2011 -2012, jumlah Anggaran mencapai Rp 14 miliyar rupiah.

Namun sampai saat ini proyek tersebut tidak siap-siap, sedangkan volume target hanya 2 000 M. penjelasan Anggaran yang disalurkan pada TA 2010 Rp 1,7, Miliyar namun tidak terlaksana pekerjaan dilapangan, pada TA 2011 menikat Anggaran Rp 9,3, Miliyar Rupiah namun disinyalir bahwa terindikasi korupsi yang merugikan keuangan Negara mencapai Rp 3,2 Miliyar Rupiah.

  TA 2012 disalurkan Anggaran untuk biaya lanjutan pembangunan jalan tersebut, senilai Rp .4,890,382,000 dan disayangkan dalam tiga kali Anggaran untuk pembangunan Proyek tersebut tidak selesai, dan disinyalir bahwa diduga ada terkaitan korupsi berjemaat dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Saat wartawan konfirmasi di Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bengkalis pada ( 13/3 ) langsung kepala Dinas , M.Nasir ST.MT M.Nasir menyarankan wartawan untuk konfirmasi Ermi Faisal.ST sebagai Kabid Bina Marga Bengkalis.

Saat Wartawan konfirmasi Ermi Faisal, ia menyebutkan bahwa proyek tersebut telah dicairkan kepada rekanan sebesar 55% persen dan soal pelaksanaan teknis Ermi menuturkan ketebalan Bese B 15-20 Cm, dan kontrak telah diputus pada akhir bulan Desember 2012 lajutnya tanyakan langsung kepada PPTK kata Ermi Faisal.

Ketika wartawan konfirmasi PPTK, Agus Tazia (Tizen ) ST, “ Agus Tazia.” Menjawab, bahwa proyek tersebut telah diputus kontrak pada 31 Desember 2012, soal pekerjaan yang masih dilaksanakan oleh rekan itu, pihaknya tidak mengetahui, dan pihaknya tidak pernah kelapangan.

Selain itu, Agus Tazia menegaskan, bahwa ketebalan yang direncanakan dari awal, 15-20 cm, penimbunan tanah, selain itu, ketebalan Bese B, 15-20 Cm, lebar 6-7 m. pajang target 1,500 M. penimbunan tanah, dan Bese B, sedangkan yang dilaksanakan dilapangan tidak mencapai target yang dituturkan Agus Tizia, selain itu, perbedaan persetasen pembayaran dari pernyataan Ermi Faisal, Agus menyatakan hanya 40 %  dan dalam waktu 1 menit berubah menjadi 45 % keterangan Agus Tizin kepada wartawan


Kejadian ini, Alwi Zalukhy Ketua LSM Garda Republik DPD Riau dan M,Rafi Ketua DPC Garda Republik Kabupaten Bengkalis, menagapi serius , Alwi meminta Komisi Pemberantas Korupsi  ( KPK ) supaya turuntanya menangani kasus korupsi dibengkalis, karena penegak Hukum lain yang ada diwilayah Riau sudah tutup mata atau mandul. Kata Alwi dalam waktu dekat pihaknya segera melaporkan ke KPK pasalnya bukti sejumlah proyek yang merugikan Uang Rakyat dibengkalis telah ada ditanganya, tegas Alwi. ( Tim)
Share this article :

Posting Komentar

 
Email : dpdgardariau@gmail.com | Copyright © 2011. GARDA REPUBLIK RIAU - All Rights Reserved
@dmin by @ndhief