
Bengkalis-Garda Riau
Koruptor di Kabupaten
Bengkalis semakin mejadi-jadi, “ ironisnya institusi Penegahukum Mandul.”
Sepertinya dengan perkembangan zaman yang tak kalah kempentingan kebutuhan pribadi maupun kebutuhan keluarga. Uang Rakyat yang bukan haknya di korupsikan untuk
memperkaya diri.
Atau banyak pejabat menengah dan pejabat tinggi Daerah yang di nilai tidak bermoral atau tidak ada
rasa takut dan malu, merampas uang Rakyat
yang bukan haknya, bermacam cara yang
di lakukan menurutnya walau pun itu
perbuatan yang melanggar hukum, sehingga
banyak pihak yang menyalah guna wewenang untuk kepentingan pribadi,seperti yang
kita lihat yang terjadi pemberitan melalui media elektronik dan media cetak di kabupaten bengkalsi.
Sejumlah proyek
peningkatan jalan di kabupaten bengkalis yang dibiaya melalui Anggaran
Pembelajaan Daerah ( APBD ) TA 2012 melalui SKPD Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
dan Pengairan Kabupaten Bengkalis.
Salah satunya
pekerjaan peningkatan jalan Sekodi teluk lancar yang dikerjakan oleh rekanan PT.TRI BINA INSANI dengan nilai kontrak Rp.4,890,382,000,di bawah
pengawasan PT. Sinurta kartah sibayak (SKS)sebagai konsultan pngawas, di
lapangan pelaksanaan.
Hasil pemantauan wartawan sadarionline.com dilapangan
baru-baru ini, terlihat diduga bahwa pelaksanaan pekerjaan sudah tidak sesuai
dengan perncanaan pemerintah Kab, Bengkalis. Pasalnya
Yang seharusnya pekerjanya tersebut sudah habis masa
kontraknya, sedangkan saat tim wartwan turun kelapangan pada (13/3) terlihat bahwa
proyek tersebut masih dalam pekerjaan.
Beberapa unit mobil dantruk yang sedang melansir tanah
timbunan selain itu, satu unit alat berat. Ironisnya, bahwa penikatan jalan
tersebut sudah tiga kali diAnggarkan melalui APBD Bengkalis dari TA 2010-2011
-2012, jumlah Anggaran mencapai Rp 14 miliyar rupiah.
Namun sampai saat ini proyek tersebut tidak siap-siap,
sedangkan volume target hanya 2 000 M. penjelasan Anggaran yang disalurkan pada
TA 2010 Rp 1,7, Miliyar namun tidak terlaksana pekerjaan dilapangan, pada TA
2011 menikat Anggaran Rp 9,3, Miliyar Rupiah namun disinyalir bahwa terindikasi
korupsi yang merugikan keuangan Negara mencapai Rp 3,2 Miliyar Rupiah.
TA 2012 disalurkan Anggaran untuk biaya
lanjutan pembangunan jalan tersebut, senilai Rp .4,890,382,000 dan disayangkan dalam tiga kali Anggaran untuk
pembangunan Proyek tersebut tidak selesai, dan disinyalir bahwa diduga ada
terkaitan korupsi berjemaat dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Saat wartawan konfirmasi di Dinas PU Bina Marga dan
Pengairan Kabupaten Bengkalis pada ( 13/3 ) langsung kepala Dinas , M.Nasir
ST.MT M.Nasir menyarankan wartawan untuk konfirmasi Ermi Faisal.ST sebagai
Kabid Bina Marga Bengkalis.
Saat Wartawan konfirmasi Ermi Faisal, ia menyebutkan
bahwa proyek tersebut telah dicairkan kepada rekanan sebesar 55% persen dan
soal pelaksanaan teknis Ermi menuturkan ketebalan Bese B 15-20 Cm, dan kontrak
telah diputus pada akhir bulan Desember 2012 lajutnya tanyakan langsung kepada
PPTK kata Ermi Faisal.
Ketika wartawan konfirmasi PPTK, Agus Tazia
(Tizen ) ST, “ Agus Tazia.” Menjawab, bahwa proyek tersebut
telah diputus kontrak pada 31 Desember 2012, soal pekerjaan yang masih
dilaksanakan oleh rekan itu, pihaknya tidak mengetahui, dan pihaknya tidak
pernah kelapangan.
Selain itu,
Agus Tazia menegaskan, bahwa ketebalan yang direncanakan dari awal, 15-20 cm,
penimbunan tanah, selain itu, ketebalan Bese B, 15-20 Cm, lebar 6-7 m. pajang
target 1,500 M. penimbunan tanah, dan Bese B, sedangkan yang dilaksanakan
dilapangan tidak mencapai target yang dituturkan Agus Tizia, selain itu,
perbedaan persetasen pembayaran dari pernyataan Ermi Faisal, Agus menyatakan
hanya 40 % dan dalam waktu 1 menit
berubah menjadi 45 % keterangan Agus Tizin kepada wartawan
Kejadian ini, Alwi Zalukhy Ketua LSM Garda Republik
DPD Riau dan M,Rafi Ketua DPC Garda Republik Kabupaten Bengkalis, menagapi
serius , Alwi meminta Komisi Pemberantas Korupsi ( KPK ) supaya turuntanya menangani kasus korupsi
dibengkalis, karena penegak Hukum lain yang ada diwilayah Riau sudah tutup mata
atau mandul. Kata Alwi dalam waktu dekat pihaknya segera melaporkan ke KPK
pasalnya bukti sejumlah proyek yang merugikan Uang Rakyat dibengkalis telah ada
ditanganya, tegas Alwi. ( Tim)
Posting Komentar