Home » , , » PEMBANGUNAN PENINGKATAN JALAN ANUGRAH SARAT PENYIMPANGAN • KPA tidak tahu berapa dana yang dianggarkan • Diminta aparat penegak hukum periksa reknan, pengawas, PPTK dan KPA

PEMBANGUNAN PENINGKATAN JALAN ANUGRAH SARAT PENYIMPANGAN • KPA tidak tahu berapa dana yang dianggarkan • Diminta aparat penegak hukum periksa reknan, pengawas, PPTK dan KPA

Written By Unknown on Kamis, 21 Maret 2013 | 07.12


 
Ermi Faizal.ST Kabid PU Bina Marga Bengkalis
Bengkalis-sadarionline.com
Bengkalis – Bukit Batu, sadari online Pembangunan peningkatan  jalan Anugrah, di Desa Sepahat merupakan pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan warga untuk memperlancar arus transportasi dan membuka keterisolasian wilayah sehingga dapat diharapkan meningkatkan ekonomi masyarakat secara khusus warga sekitar yang mengarah ke perbaikan peningkatan ekonomi masyarakat.   Pembangunan peningkatan jalan Anugrah merupakan jalan  lingkungan yang dibangun melalui dana APBD di wilayah Kecamatan Bukit Batu, kabupaten Bengkalis, sepertinya proyek ini terselubung baik dari pengusulannya maupun pelaksanaannya, sebab menurut masyarakat dan anggota BPD yang tidak mau namanya dipublikasikan, mengatakan, bahwa pembanguanan jalan Anugrah tidak melalui Musrenbangdes tiba tiba saja proyek itu muncul di akhir tahun, kendati demikian masyarakat sangat berterimaksasih pada pemda Bengkalis jika itu proyek pemerintah, tapi yang menjadi sorotan tajam masyarakat desa Sepahat adalah pelaksanaannya dilapangan,  karena sejak dimulainya pekerjaan masyarakat tidak tahu seperti apa bentuk  pekerjaan dan siapa pelaksana kegiatan, tidak ada papan plang (nama proyek atau identitas pekerjaan), tidak tahu siapa pemborong atau rekanan kontraktor, tidak tau siapa PPTK dan pengawas serta tidak tau berapa dana yang dianggarkan untuk pembangunannya.
Hal itu perlu ditelusuri mulai dari tahapan proses lelang, pelaksanaan dilapangan, hingga ke tahap proses pencairan dananya, menjadi perhatian dan sorotan tajam masyarakat, secara khusus menjadi perhatian aparat penegak hukum. Beredar issu dikalangan masyarakat desa Sepahat pembangunan peningkatan jalan Anugrah disinyalir sarat dengan kepentingan oknum pejabat Pemda dan anggota DPRD Bengkalis yang punya lahan perkebunan sawit disekitar.
Beradasarkan dokumen yang dihimpun media ini yang tertuang dalam dokumen tersebut sebagaimana tertera dalam Dokumen Pelaksaanan Anggaran (DPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Bengkalis 2012 yang diprogramkan untuk pembangunan jalan dan jembatan melalui kegiatan peningkatan jalan lingkungan perdesaan kecamatan Bukit Batu B oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Bengkalis, merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai penanggung jawab anggaran dengan item pekerjaan Peningkatan Jalan Anugrah RT 02 RW 02 Dusun Sejati Desa Sepahat, agregat base volume 1 unit dengan anggaran biaya sebesar RP 1, 4 M.
Hasil investigasi yang  dua kali turun kelapangan dilakukan media ini dan dan terakhir bersama Lembaga Swadaya Masyarakat GARDA REPUBLIK ( LSM-GR ) DPC Bengkalis pada tanggal 08/02/13, menemukan banyak kejanggalan atas hasil pekerjaan, timbunan base yang  dihampar ke ruas jalan itu sangat tipis sekali.  Hampir sepanjang jalan yang dibangun hamparan base sangat tipis. Ketebalan hamparan base antara  0,CM  sampai dengan 10 CM,  selain itu disepanjang jalan geotex berwarna hitam sebagai alas hamparan (timbunan base) nongol ke atas.
M. Rafi ketua LSM-GR  yang terjun langsung  bersama media ini melakukan cross cek dilapangan sangat mengutuk pelaksanaan pekerjaan yang terkesan dikerjakan asal asalan. Dia sangat menyangkan tindakan pelaksana yang tidak profesional dalam melakukan pekerjaan,  “ kalau kita amati dari seluruh aspek  pekerjaan sepertinya pekerjaan ini tidak ada yang mengawasi atau luput dari pengawasan, sehingga pelaksana bekerja sesuka hati tanpa panduan, padahal didalam kontrak sudah jelas diatur berdasarkan perjanjian yang disepakati sesuai spek atau bestek yang merupakan panduan dalam proyek pemerintah sebagaimana biasanya dan ini sangat jelas sudah menyimpang dari ketetentuan dan lari dari bestek “ katanya sambil mencak – mencak melihat kondisi hamparan base amburadul. Coba lihat dimana mana geoteknya nampak muncul ke permukaan seakan berlomba ke atas dengan base ini, setelah diukur ketebalannya hampir merata disepanjang jalan ketebalannya antara 0, Cm sampai 10 CM jelasnya. Dia menambahkan jika ini dikalkulasi secara cermat pekerjaan ini tidak layak diterminj 60 % katanya sambil mencoba mengitung.
Lebih jauh, Rafi, mengungkapakan permasalahan ini mengatakan,  kita  berharap kepada M. Nasir sebagai Kepala Dinas Bina Marga untuk turun kelapangan guna melakukan pengecekan terhadap seluruh proyek yang dikerjakan dan jangan hanya percaya menerima laporan dari PPTK dan KPA saja “ harapnya. Ia memaparkan beberapa proyek peningkatan jalan yang bermasalah terkesan ditutup tutupi PPTK dan KPA dari sorotan masyarakat, KPA selalu berselindung dibalik dana pemeliharaan ketika ditanya atau dikonfirmasi wartawan dan LSM, KPA sebagai kuasa pengguna anggaran atas proyek tersebut berdalih mengtakan jangan mempersoalkan terminjnya kan masih ada jaminan pemeliharaan, paparnya. Manullang juga berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera jemput bola mengusut kasus kasus penyimpangan proyek yang terjadi di Bengkalis, kita punya banyak data penyimpangan di Dinas BMP Bengkalis. ‘’ Memang indikasi kong kali kong antara KPA, PPTK dan rekanan serta pengawas  di BMP selama 2 tahu terakhir sudah keterlaluan,  pekerjaannya tidak maksimal dan banyak yang terbengkalai, itu sebabnya kita minta dengan tegas kepada pihak penegak hukum untuk segera mengusut  mulai dari rekanan PPTK, KPA maupun PA nya,’’ tegas Rafi.


Dilain pihak Ermi Faisal selaku KPA peningkatan Jalan Anugrah  yang dikonfirmasi media ini 25 /02  di kantor Dinas BMP di Jalan Pertanian Bengkalis, semula tidak tau nama perusahaan pelakasana dan nama penanggung jawabnya dan tidak tahu berapa anggaran serta tidak tahu siapa pengawas dan nilai terminjnya, sebab banyak paket pekerjaan yang ditanganinya sehingga dirinya tidak mengingat satu persatu. Namun setelah terdesak atas pertanyaan media ini baru kemudian dia mengontak Kurniawan selaku PPTK proyek tersebut lewat ponselnya, dalam dialog pembicaraannya singkat dengan Kurniawan, Ermi Faisal menjelaskan, bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh CV . Suci Lestari,  sebagai pelaksana, perusahaan pelaksana berdomisili di Duri, nama penenggung jawabnya Pii, Ermi mengatakan bahwa proyek tersebut sudah terminj 90 persen artinya sudah dilakukan pembayaran tuntas,  tapi ia tidak tahu berapa persisnya dana yang dianggarkan dan tidak tau berapa volume pekerjaan............... bersambung ( Manullang )  

Share this article :

Posting Komentar

 
Email : dpdgardariau@gmail.com | Copyright © 2011. GARDA REPUBLIK RIAU - All Rights Reserved
@dmin by @ndhief