Ermi Faizal.ST Kabid PU Bina Marga Bengkalis
Bengkalis-sadarionline.com
Bengkalis – Bukit Batu, sadari
online Pembangunan peningkatan jalan Anugrah, di Desa Sepahat merupakan pembangunan infrastruktur dasar yang
dibutuhkan warga untuk memperlancar arus transportasi dan membuka
keterisolasian wilayah sehingga dapat diharapkan meningkatkan ekonomi masyarakat
secara khusus warga sekitar yang mengarah ke perbaikan peningkatan ekonomi
masyarakat. Pembangunan peningkatan
jalan Anugrah merupakan jalan lingkungan
yang dibangun melalui dana APBD di wilayah Kecamatan Bukit Batu, kabupaten Bengkalis, sepertinya proyek ini terselubung baik dari pengusulannya
maupun pelaksanaannya, sebab menurut masyarakat dan anggota BPD yang tidak mau
namanya dipublikasikan, mengatakan, bahwa pembanguanan jalan Anugrah tidak
melalui Musrenbangdes tiba tiba saja proyek itu muncul di akhir tahun, kendati
demikian masyarakat sangat berterimaksasih pada pemda Bengkalis jika itu proyek
pemerintah, tapi yang menjadi sorotan tajam masyarakat desa Sepahat adalah
pelaksanaannya dilapangan, karena sejak
dimulainya pekerjaan masyarakat tidak tahu seperti apa bentuk pekerjaan dan siapa pelaksana kegiatan, tidak
ada papan plang (nama proyek atau identitas pekerjaan), tidak tahu siapa
pemborong atau rekanan kontraktor, tidak tau siapa PPTK dan pengawas serta
tidak tau berapa dana yang dianggarkan untuk pembangunannya.
Hal itu perlu ditelusuri mulai dari tahapan proses lelang, pelaksanaan
dilapangan, hingga ke tahap proses pencairan dananya, menjadi perhatian dan
sorotan tajam masyarakat, secara khusus menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Beredar issu dikalangan masyarakat desa Sepahat pembangunan peningkatan jalan
Anugrah disinyalir sarat dengan kepentingan oknum pejabat Pemda dan anggota
DPRD Bengkalis yang punya lahan perkebunan sawit disekitar.
Beradasarkan dokumen yang dihimpun media ini yang tertuang dalam dokumen tersebut sebagaimana tertera dalam Dokumen Pelaksaanan
Anggaran (DPA) Anggaran
Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten
Bengkalis 2012 yang diprogramkan
untuk pembangunan jalan dan jembatan melalui kegiatan peningkatan jalan
lingkungan perdesaan kecamatan Bukit Batu B oleh Dinas Bina Marga
dan Pengairan (BMP) Kabupaten Bengkalis, merupakan Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) sebagai penanggung jawab anggaran dengan item
pekerjaan Peningkatan Jalan
Anugrah RT 02 RW 02 Dusun Sejati Desa Sepahat, agregat base volume 1 unit dengan
anggaran biaya sebesar RP 1, 4 M.
Hasil investigasi yang dua kali turun kelapangan dilakukan media ini dan dan terakhir bersama Lembaga Swadaya Masyarakat GARDA REPUBLIK ( LSM-GR ) DPC Bengkalis pada tanggal 08/02/13, menemukan banyak
kejanggalan atas hasil pekerjaan, timbunan base yang dihampar ke ruas
jalan itu sangat tipis sekali. Hampir sepanjang jalan yang dibangun
hamparan base sangat tipis. Ketebalan hamparan base antara 0,CM
sampai dengan 10 CM, selain itu
disepanjang jalan geotex berwarna hitam sebagai alas hamparan (timbunan base)
nongol ke atas.
M. Rafi ketua LSM-GR yang terjun
langsung bersama media ini melakukan
cross cek dilapangan sangat mengutuk pelaksanaan pekerjaan yang terkesan
dikerjakan asal asalan. Dia sangat menyangkan tindakan pelaksana yang tidak
profesional dalam melakukan pekerjaan, “
kalau kita amati dari seluruh aspek
pekerjaan sepertinya pekerjaan ini tidak ada yang mengawasi atau luput
dari pengawasan, sehingga pelaksana bekerja sesuka hati tanpa panduan, padahal
didalam kontrak sudah jelas diatur berdasarkan perjanjian yang disepakati
sesuai spek atau bestek yang merupakan panduan dalam proyek pemerintah
sebagaimana biasanya dan ini sangat jelas sudah menyimpang dari ketetentuan dan
lari dari bestek “ katanya sambil mencak – mencak melihat kondisi hamparan base
amburadul. Coba lihat dimana mana geoteknya nampak muncul ke permukaan seakan
berlomba ke atas dengan base ini, setelah diukur ketebalannya hampir merata
disepanjang jalan ketebalannya antara 0, Cm sampai 10 CM jelasnya. Dia
menambahkan jika ini dikalkulasi secara cermat pekerjaan ini tidak layak
diterminj 60 % katanya sambil mencoba mengitung.
Lebih jauh, Rafi, mengungkapakan
permasalahan ini mengatakan, “ kita berharap kepada M. Nasir sebagai Kepala Dinas Bina Marga untuk turun kelapangan guna melakukan pengecekan
terhadap seluruh proyek yang dikerjakan dan jangan hanya percaya menerima
laporan dari PPTK dan KPA saja “ harapnya. Ia memaparkan
beberapa proyek peningkatan jalan yang bermasalah terkesan ditutup tutupi PPTK
dan KPA dari sorotan masyarakat, KPA selalu berselindung dibalik dana
pemeliharaan ketika ditanya atau dikonfirmasi wartawan dan LSM, KPA sebagai
kuasa pengguna anggaran atas proyek tersebut berdalih mengtakan jangan
mempersoalkan terminjnya kan masih ada jaminan pemeliharaan, paparnya.
Manullang juga berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera jemput bola
mengusut kasus kasus penyimpangan proyek yang terjadi di Bengkalis, kita punya
banyak data penyimpangan di Dinas BMP Bengkalis. ‘’ Memang indikasi kong kali kong antara KPA, PPTK dan rekanan serta pengawas di BMP selama 2 tahu terakhir sudah keterlaluan, pekerjaannya tidak maksimal dan banyak yang
terbengkalai, itu sebabnya kita minta dengan tegas kepada pihak
penegak hukum untuk segera mengusut mulai dari rekanan PPTK, KPA maupun PA nya,’’ tegas Rafi.
Dilain pihak Ermi Faisal selaku KPA peningkatan
Jalan Anugrah yang dikonfirmasi media
ini 25 /02 di kantor Dinas BMP di Jalan
Pertanian Bengkalis, semula tidak tau nama perusahaan pelakasana dan nama
penanggung jawabnya dan tidak tahu berapa anggaran serta tidak tahu siapa
pengawas dan nilai terminjnya, sebab banyak paket pekerjaan yang ditanganinya sehingga
dirinya tidak mengingat satu persatu. Namun setelah terdesak atas pertanyaan
media ini baru kemudian dia mengontak Kurniawan selaku PPTK proyek tersebut
lewat ponselnya, dalam dialog pembicaraannya singkat dengan Kurniawan, Ermi
Faisal menjelaskan, bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh CV . Suci Lestari, sebagai pelaksana, perusahaan pelaksana
berdomisili di Duri, nama penenggung
jawabnya Pii, Ermi mengatakan
bahwa proyek tersebut sudah terminj 90 persen artinya sudah dilakukan
pembayaran tuntas, tapi ia tidak tahu
berapa persisnya dana yang dianggarkan dan tidak tau berapa volume
pekerjaan............... bersambung ( Manullang )

Posting Komentar